Senin, Mei 25Berita Utama

Ujian Responsi KKN Angkatan ke-38 Berjalan Tertib dan Lancar

[Pacitan]Setelah menyelesaikan masa pengabdian selama enam minggu, para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP PGRI Pacitan melaksanakan ujian responsi. Ujian responsi ini merupakan tahapan terakhir dari rangkaian program KKN. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari dimulai pada hari Rabu, 1 April sampai Kamis, 2 April 2026.

Kegiatan KKN periode ini bertema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Berbasis Budaya Lokal dan Edukasi Kesehatan Berkelanjutan”. Terdapat 4 program kerja (proker) wajib yang harus dilakukan oleh masing-masing kelompok, antara lain revitalisasi potensi budaya lokal, pembelajaran berbasis budaya lokal, pengembangan produk lokal menjadi UMKM unggulan desa, dan edukasi kesehatan berkelanjutan. Untuk program kerja individu masing-masing peserta wajib melaksanakan satu program kerja berbasis keahlian atau sesuai program studinya.

Ujian responsi ini dirancang khusus untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap lokasi tempat mereka mengabdi. Berbeda dengan laporan tertulis, dalam sesi ini mahasiswa diuji secara lisan oleh dosen terkait dinamika sosial, potensi desa, hingga kendala mendasar yang dihadapi warga setempat dan solusi yang mereka tawarkan untuk menyelesaikan permasalah tersebut. Ujian ini juga menjadi salah satu bentuk latihan pertanggungjawaban mahasiswa terhadap seluruh tindakan dan serangkaian acara yang mereka selenggarakan selama KKN. Kegiatan Responsi ini digunakan untuk melakukan cross-check antara laporan yang telah mereka tulis dengan keadaan real-nya di lapangan.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah satu dosen penguji terkait KKN yang telah diselenggarakan secara umum terlaksana dengan baik. “Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, sebagian besar kegiatan KKN telah berjalan baik dan selaras dengan tema. Meski begitu, ada beberapa catatan, seperti program kerja (proker) sekolah yang sasarannya hanya siswa sehingga kurang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas. Harapannya, melalui KKN ini mahasiswa benar-benar menyatu dengan warga agar lebih peka terhadap masalah lingkungan. Ke depannya, DPL diharapkan lebih aktif memberikan arahan sebelum proposal dikumpulkan ke panitia, sehingga bisa tersinkronisasi. Hal ini bertujuan supaya proker tahun depan lebih maksimal dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Ibu Qoirul, Koordinator Tim Monitoring dan Evaluasi KKN.

Suasana pelaksanaan ujian responsi angkatan ke-38

Dalam ujian tersebut, mahasiswa diminta memaparkan profil desa secara mendalam, sumbangsih yang sudah mahasiswa lakukan, kendala yang mereka hadapi dalam kegiatan KKN dan cara mengatasi masalah tersebut, hingga efektivitas solusi/program kerja yang mereka laksanakan. Sehingga diharapkan mahasiswa dapat menghayati dan lebih peka terhadap masalah di lingkungan serta dapat memberi solusi, baik dalam hal pemikiran ataupun tindakan secara langsung.

Salah satu peserta KKN, Aulia Zahrotul Ilmi dari Prodi Pendidikan Matematika, menyampaikan bahwa kegiatan responsi ini sangat bermanfaat. “Kami mendiskusikan hal spesifik terkait lokasi desa. Responsi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi kendala di lapangan maupun wawasan baru yang diperoleh selama KKN,” jelasnya.

Ujian responsi ini memegang peran penting sebagai salah satu penilaian KKN sekaligus sarana evaluasi kampus. Tujuannya adalah menciptakan sinkronisasi antara mahasiswa, DPL, dan panitia agar rancangan program kerja berjalan lebih terarah. Dengan demikian, setiap kegiatan diharapkan dapat memberikan dampak nyata dan menjadi solusi yang tepat bagi kebutuhan masyarakat di lokasi KKN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *