Senin, Mei 18Berita Utama

Gunakan Sistem CAT, STKIP PGRI Pacitan Fasilitasi Seleksi Perangkat Desa Wonogondo yang Transparan

[Pacitan] – STKIP PGRI Pacitan kembali memperkuat perannya dalam pengabdian masyarakat dengan menjadi mitra pelaksana seleksi Penjaringan dan Penyaringan Calon Perangkat Desa Wonogondo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), proses seleksi ini menjamin akuntabilitas dan transparansi penuh bagi para kandidat yang berkompetisi.

Rangkaian seleksi yang diikuti oleh delapan peserta ini dilaksanakan dalam dua tahap utama, yang bertempat di Laboratorium Komputer STKIP PGRI Pacitan. Tahap pertama telah berlangsung pada Rabu (29/4/2026) yang difokuskan pada tes kemampuan praktik komputer, meliputi penguasaan MS Word dan Excel. Sementara itu, tahap kedua sebagai penentu kelulusan dilaksanakan pada Rabu (6/5/2026) dengan cakupan materi tertulis yang meliputi Pancasila dan UUD 1945, Pengetahuan Umum, serta Ilmu Pemerintahan. Tes tulis dengan menggunakan aplikasi CAT yang dirancang khusus untuk meminimalisir intervensi manual.

Dalam kerja sama ini, STKIP PGRI Pacitan memegang peran krusial melebihi sekadar penyedia tempat ujian. Selain dukungan infrastruktur berupa perangkat komputer berspesifikasi tinggi dan jaringan internet stabil, para akademisi STKIP juga terlibat aktif dalam menjaga sterilitas soal ujian. Dukungan teknis ini memastikan bahwa proses penilaian berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari potensi kecurangan. Hasil seleksi dapat diperoleh secara lebih cepat, akurat, dapat diterima semua pihak sesuai kepercayaan masyarakat terhadap hasil seleksi.

Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, M.A., menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan objektif melalui fasilitas teknologi yang kami miliki demi mendukung tata kelola pemerintahan desa yang profesional di wilayah Kabupaten Pacitan,” ungkapnya.

Sesuai dengan prinsip transparansi, hasil akhir dari kegiatan perekrutan ini disampaikan tepat setelah pelaksanaan tes terakhir usai. Keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang yang kredibel di bawah pengawasan langsung Pemerintah Kecamatan Kebonagung dan jajaran panitia desa. Berakhirnya seluruh tahapan di kampus, integritas data tetap terjaga hingga proses penyerahan hasil akhir dilakukan. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah tingkat desa mampu menciptakan standar rekrutmen yang transparan dan efisien. Dengan harapan kandidat yang terpilih menjadi aparatur pemerintah desa yang kompeten dan berintegritas.