Rabu, April 15Berita Utama

Empat Tim Dosen STKIP PGRI Pacitan Sukses Raih Program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemdiktisaintek Tahun 2026

PACITAN – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pacitan kembali mengukuhkan eksistensinya di kancah nasional. Sebanyak empat dosen resmi dinyatakan lolos seleksi program Hibah Penelitian dan Pengabdian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI tahun 2026.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen STKIP PGRI Pacitan dalam mendukung transformasi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, selaras dengan visi institusi untuk menghasilkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat.

STKIP PGRI Pacitan melalui para penelitinya berhasil meloloskan empat tema strategis pada tingkat nasional yang mencakup isu pemberdayaan perempuan, transformasi digital, perlindungan kelompok rentan, hingga penguatan ekonomi desa.

Pertama, Dr. Mukodi, M.S.I. mengusung riset bertajuk “Analisi M.Sis Kurikulum Kewirausahaan Berbasis Kesetaraan Gender untuk Pemberdayaan Santri Perempuan Generasi Z di Pesantren Jawa Timur”. Penelitian  ini sangat relevan mengingat besarnya populasi pesantren di Jawa Timur, di mana pemberdayaan santriwati melalui kurikulum kewirausahaan yang tepat diharapkan mampu mencetak wirausaha muda yang mandiri secara finansial.

Di bidang literasi digital, Riza Dwi Tyas Widoyoko, M.Pd. melalui inovasi penelitian “Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis AI: Upaya Penguatan Literasi Digital pada Siswa SMA di Jawa Timur”. Melalui inovasi ini, penguatan literasi digital bagi siswa SMA di Jawa Timur dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan dalam kurikulum bahasa, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dengan tuntutan zaman.

Sementara itu, di sektor pendidikan inklusif, Sugiyono, M.Pd. mengangkat judul “Implementasi skala-luas LMS SiSE (Simple Sex Education) berbasis gamifikasi dan chatbot dalam meningkatkan sexual security siswa tunagrahita pada konteks multi-sekolah”. Sistem manajemen pembelajaran ini menggunakan metode gamifikasi dan chatbot yang dirancang khusus untuk meningkatkan keamanan seksual (sexual security) bagi siswa tunagrahita dalam konteks multi-sekolah, sebuah langkah untuk melindungi kelompok rentan melalui teknologi.

Terakhir, pada bidang pengabdian masyarakat oleh Dwi Cahyani Nur Apriyani, M.Pd. melalui “Optimalisasi Dapur Usaha UMKM Berbasis Olahan Pisang sebagai Produk Unggulan Desa Piton Kecamatan Punung Pacitan”. Program ini menyasar Desa Piton, Kecamatan Punung, Pacitan, dengan tujuan menjadikan olahan pisang sebagai produk unggulan daerah yang memiliki daya saing tinggi.

Keberhasilan para dosen STKIP PGRI Pacitan ini mempertegas peran akademisi dalam menyelesaikan persoalan di lapangan. Sinergi antara riset teoritis dan aplikasi praktis ini diharapkan mampu mendorong transformasi pendidikan yang tidak hanya fokus di ruang kelas, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *