Kamis, Februari 2, 2023
BerandaBandar LampungSekolah Harapan Menuju Kesuksesan

Sekolah Harapan Menuju Kesuksesan

(ProgresifNews.id) BANDAR LAMPUNG—Sekolah adalah sistem interaksi sosial suatu lembaga yang diberi kewenangan untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang memiliki tanggung jawab yang besar terhadap perkembangan peserta didik dan peningkatan mutu pendidikan. Hal ini tentu akan dapat terwujud dengan hadirnya pimpinan (kepala sekolah) yang memahami tugas dan fungsinya secara menyeluruh yaitu pemimpin dan manajer yang sangat menentukan dinamika sekolah menuju gerbang kesuksesan dan kemajuan hasil pendidikan tersebut. Sehingga kemampuan kepala sekolah yang memiliki intelektual, emosional, spiritual dan sosial akan memberikan pengaruh besar terhadap efektifitas kepemimpinannya.

Selain suasana belajar yang baik, suasana yang menyenangkan juga berdampak pada hasil dan capaian belajar siswa.

Semua hal tersebut tak lepas dari usaha guru untuk menjadi sosok pengajar yang digugu dan ditiru dengan baik serta diiringi bersama pribadi guru yang menyenangkan siswa.

Kita harus ingat tujuan utama dari kita bersekolah yakni menuntut ilmu. Terkadang idaman segelintir orang adalah bisa masuk sekolah yang ternama. Menurut saya, sekolah ternama sekalipun belum bisa di katakan sekolah idaman.

Idaman kita semua dari bersekolah tentulah menjadi orang sukses dikemudian hari. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses. Jadi, menurut saya, sekolah idaman itu ialah sekolah yang mampu mengasah dan membentuk siswanya dalam sebuah proses yang diminati dan dipahami agar menjadi siswa yang siap untuk menjalani masa depannya.

H. Lukman Hakim, S.Pd, M.M., selaku Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Tanjungkarang mengatakan, “Untuk menciptakan sekolah idaman dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, salah satunya adalah guru. Guru tak hanya terampil dalam mengajar mata pelajarannya tetapi juga harus bisa menciptakan suasana yang nyaman bagi para siswanya agar para siswa semangat dalam belajar dan juga mengajarkan nilai moral dan etika, tidak hanya menuntut siswa dengan nilai sedangkan etika dan penguasaan pengetahuannya belum mantap.sekolah bukanlah untuk mengejar nilai, tapi ilmu. Guru hendaknya juga menjalin komunikasi dengan orang tua siswa.

Ini penting agar orang tua tau perkembangan sang anak di sekolah dan sang guru juga mengetahui perkembangan sang murid di rumah. Jika guru dan orang tua kompak dalam mendidik siswa, sang siswa jadi mudah terarahkan ke cita-cita yang ia inginkan, Tutupnya.”

PENGENALAN MADRASAH

SEJARAH

Madrasah Aliyah Negeri 1 Tanjungkarang berdiri pada tanggal 1 Juli 1979. Madrasah ini merupakan alih fungsi dari Sekolah Persiapan Institut Ilmu Agama Islam Negeri (SPAIN) Tanjungkarang. Madrasah yang dahulu masih menyatu dengan kampus IAIN Lampung di Kaliawi ini juga merupakan MAN yang pertama di Propinsi Lampung. Nama madrasah ini adalah Madrasah Aliyah Negeri Tanjungkarang. Perubahan penyebutan menjadi MAN 1 Bandar Lampung oleh masyarakat merupakan penyesuaian atas perubahan nama ibukota provinsi Lampung.

Seiring dengan proses perkembangan kota dan kondisi yang masih sulit untuk melakukan pengembangan saat itu, Bapak Yasir Hadibroto sebagai Gubernur KDH Lampung saat itu melalui Ka. Kanwil Depag Bapak Prof. Drs. H. Masdar Helmi, menghibahkan lahan seluas 2 Ha di Sukarame untuk dijadikan lokasi pembangunan MAN 1 Bandarlampung. Wali Kota Bandar Lampung saat itu juga memberikan lahan seluas 0,6 Ha, sehingga luas madrasah ini secara keseluruhan menjadi 2,6 Ha (26.000 m2). Pembangunan pertama di lokasi yang baru ini dimulai tahun 1981, dan hanya membangun 3 lokal yang dialokasikan untuk siswa kelas 3 pindahan dari kampus Kaliawi. Sejak saat itu pembangunan secara bertahap terus berlanjut hingga saat ini.

Untuk menjawab tantangan zaman dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan kehadiran ulama intelektual, pada tahun 1990 atas gagasan Bpk. Prof H. Munawir Sadzali MA sebagai Menteri Agama saat itu, MAN 1 Bandarlampung ditetapkan sebagai satu dari 27 Madrasah Aliyah di Indonesia untuk menyelenggarakan program peningkatan Ilmu Agama. Program ini selanjutnya disebut Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK). Keberadaan MAPK adalah sebagai program yang setara dengan program lain yang ada di MAN 1 Bandarlampung. Kurikulum yang digunakan 70% merupakan ilmu agama dan 30% merupakan ilmu umum, dengan bahasa pengantar bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Dengan jumlah siswa 40 siswa putra yang diasramakan serta disubsidi oleh Depag, program MAPK menjadi program unggulan. Keunggulan ini terutama pada kemampuan siswa berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta kemampuan siswa MAPK menembus berbagai perguruan tinggi favorit di luar negeri, yakni Mesir, Arab Saudi, dan Malaysia. Berkat keunggulan yang kian nyata, program MAPK mendapat dukungan dari Bpk. Gubernur Pudjono Pranjoto, melalui Bpk. Ka. Kanwil Depag Lampung, Drs. H. Syamsuddin Thaher, yakni pemberian bantuan fasilitas infrastruktur berupa jalan, mess guru tutor, dan dana operasional. Sejalan dengan kebijakan pemerintah tahun 1992 tentang alih fungsi PGAN menjadi MAN, MAN Tanjungkarang berubah menjadi MAN 1 Tanjungkarang, dan dengan sendirinya orientasi pengembangan mutu madrasah tidak hanya pada program Ilmu Agama, melainkan juga pada program IPA dan IPS. Kebijakan ini menempatkan posisi madrasah sama dengan SMU, oleh karena itu tantangan madrasah menjadi relatif berat. Untuk menjawab persaingan dengan SMU namun tetap menjaga ciri keislamannya, pada tahun 1996 MAN 1 Tanjungkarang membentuk program kelas Intensif yang pembiayaannya dibantu oleh orang tua siswa dimana program ini berorientasi pada keunggulan MIPA.

Program ini cukup berhasil mengangkat prestasi madrasah khususnya dalam berbagai lomba bidang studi umum. Selain itu cukup banyak para alumni yang berhasil melanjutkan pendidikannya di berbagai PTN favorit di Indonesia.Berkat berbagai keberhasilan tersebut, serta didukung oleh SDM yang dimiliki, pada tahun 1998 MAN 1 Tanjungkarang mendapat kepercayaan menjadi MAN Model, yakni MAN percontohan yang didanai oleh ADB melalui proyek Development Madrasah Aliyah Project (DMAP) dengan SK Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama Nomor: IV/PP.006/KEP/17A/98 tanggal 28 Februari 1998. Untuk mendukung program tersebut, MAN Model dilengkapi dengan beberapa fasilitas, termasuk Pusat Sumber Belajar Bersama (PSBB) dan Pusat Pengembangan Madrasah (PPM).

Menindaklanjuti perkembangan global yang kian pesat dan tantangan yang semakin besar bagi generasi Islam mendatang serta keinginan masyarakat untuk memiliki madrasah yang berkualitas, diakui pada tingkat regional, nasional bahkan pada skala internasional, untuk itu MAN 1 Bandar Lampung diharapkan mampu mewujudkan keluaran siswa yang tanggap dan mampu mengatasi berbagai tantangan dalam persaingan global. Salah satu upaya yang dianggap akan mampu mewujudkan hal tersebut adalah dengan memproyeksikan diri pada perubahan visi dam misi yang akan dikembangkan menuju madrasah nasional yang unggul.

Untuk menuju kearah visi dan misi perlu adanya dukungan terutama pada pemerintah c/q Kementerian Agama serta Pemerintah Daerah dan masyarakat yang peduli madrasah dalam program percepatan tercapainya 8 standar pendidikan yang ditetapkan oleh BNSP serta meningkatkan kearah tercapainya unggul baik bidang ilmu agama maupun bidang umum.

KEPALA MADRASAH

Adapun kepemimpinan MAN Model sejak berdirinya telah mengalami beberapa

pergantian kepemimpinan yaitu :

1. Drs. Mansyur periode 1979 – 1981

2. Drs. H. Ngatio Haryantyo periode 1981 – 1985

3. Drs. H. Umar Choli periode 1985 – 1988

4. Drs. H. Jauhari Mauludin periode 1988 – 1989

5. Drs. H. M. Husni Salman periode 1989 – 2000

6. Drs.H. Sabihis periode 2000 – 2005

7. Drs. H. Jamsari, Mag. periode 2005 – 2013

8. Antoni Iswantoro, M.Ed. periode 2013 – 2016

9. Drs. M. Iqbal periode 2016 -2021

10. H. Lukman Hakim, S.Pd, M.M periode 2021 – Sampai Sekarang

 

 

Kepala Urusan Tata Usaha 

Adapun kepemimpinan Kepala Urusan Tata Usaha sebagai berikut :

1. Drs. H. Sasa Santosa periode tahun 1978- 1984

2. H. Ismail BA periode tahun 1984 -1989

3. Drs. H. Kosasih Bastari periode tahun 1989 – 1996

4. Drs. H. M. Yusuf Bakri periode tahun 1996 -2004

5. H. Hatimy .BA Periode, tahun 2004-2008

6. Hendrawan, S.Sos periode. tahun 2008- 2016

7. Marzuki, S.Ag periode, tahun 2016-2021

8. H. Hendrawan, S.sos Periode tahun 2021 sekarang

BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Terkini