Jumat, Januari 27, 2023
BerandaUncategorized" Taati Protokol Kesehatan " Parosil Mabsus Adakan Pesta Sakura Masyarakat LAMBAR...

” Taati Protokol Kesehatan ” Parosil Mabsus Adakan Pesta Sakura Masyarakat LAMBAR Sambut Baik

(ProgresifNews.id) LAMPUNG BARAT—Sakura merupakan tradisi yang dikembangkan oleh masyarakat adat Lampung di wilayah Lampung Barat. Dalam pelaksanaannya, sakura dilakukan dengan kegiatan pawai tari-tarian dengan mengenakan topeng.

 

Sakura mengandung makna simbolik dan melambangkan bermacam-macam karakter yang bisa dimainkan oleh manusia. Setiap orang bebas menentukan karakter dan peran yang akan dimainkannya dalam kehidupan. Jenis sakura helau dan sakura kamak mengandung makna ajakan pada kelompok masyarakat yang kaya dan kelompok miskin untuk menghilangkan perbedaan status sosial serta bersatu padu dalam memajukan daerahnya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan tekhnologi dan untuk mempertahankan pesta budaya tetap utuh dan terjaga Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berencana akan membuat regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) dan hak paten.

Dengan tujuan dalam penyelenggaraan nya tetap meriah dengan tidak merusak tatanan kehidupan, terutama makna nya silaturahmi serta kenyamanan secara umum.
Usay acara pelantikan peratin (Kepala Desa) terpilih di Pekon (Desa) Tapak Siring Kecamatan Sukau, Rabu (11/5/2022).
Bupati Lampung Barat Parosil mabsus, saat diminta wartawan tanggapan nya terkait macet nya lalu lintas dibeberapa tempat dalam pelaksanaan pesta Budaya sekura Idul Fitri lalu. Parosil mengatakan pihak nya berencana akan membuat regulasi tentang pelaksanaan pesta budaya sekura.

” Saya sudah perintahkan ke Pak Sekda supaya pada waktu hippun adat, agar para tokoh dan pemerhati budaya diajak bicara apakah nanti dibuat payung hukum dalam bentuk perda termasuk anggarannya harus dipatenkan,” kata Parosil.

Lebih Lanjut dijelaskan Parosil bahwa pesta budaya sekura itu merupakan adat istiadat yang sudah ada secara turun temurun dan konsep awalnya pesta budaya sekura adalah sarana silaturahmi, kemudian ungkapan rasa kegembiraan masyarakat Skala Brak setelah melaksanakan ibadah bulan suci ramadan.
Namun dibalik suksesnya penyelenggaraan pesta budaya sekura pada tahun 1443 Hijriyah, banyak yang perlu dibenahi sesuai dengan adanya perkembangan zaman dan tekhnologi.
“Meningkatnya jumlah kendaraan Roda dua dan roda empat tentu menjadi penyebab adanya lalulintas macet, begitu juga dengan berkembang nya tekhnologi digital seperti android, yang saat ini telah berada dalam genggaman hampir semua kalangan, sehingga membuat segala sesuatu menjadi mudah termasuk mudahnya untuk viral, karena itu perlu nya pembenahan” jelas parosil.

Diharapkan Parosil Regulasi budaya Sekura dapat terbentuk Berupa Perda tidak hanya sebatas Perbup agar pemerintah Daerah kedepan nya dapat berperan aktip mempasilitasi atau mensubsidi anggaran kepekon – pekon penyelenggara kegiatan pesta sekura.

“Pemerintah akan segera meminta dukungan pihak terkait termasuk Legislatip dengan harapan aturan – aturan yang bertujuan baik ini dapat terealisasi.
Sehingga penyelenggaraan pesta budaya sekura tetap eksis dengan tampilan tetap menarik dan unik sejalan dengan perkembangan Zaman dan Tekhnologi, tutup Parosil. (Tim)

BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Terkini