Jumat, Februari 3, 2023
BerandaHukumMantan Bupati Lampung Tengah Mustafa Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin Usai Divonis 4...

Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin Usai Divonis 4 Tahun

Lampongonline.com, Jakarta — Mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, dieksekusi KPK ke Lapas Kelas I Sukamiskin dan akan menjalani hukuman penjara selama empat tahun.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan hal itu berdasarkan Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungkarang Nomor: 01/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Tjk tanggal 5 Juli 2021.

Mustafa terjerat dalam kasus suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018.

“Jaksa eksekusi Hendra Apriansyah berdasarkan putusan, atas nama Terpidana Mustafa pada 4/8/2021 telah selesai dilaksanakan dengan cara memasukkan terpidana dimaksud ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama empat tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” ujar Ali kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

Dia mengatakan putusan tersebut diputuskan setelah terpidana selesai menjalankan pidana badan.

Hal itu sebagaimana dalam Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 38/Pid.Sus-TPK/2018/PN.JKT.PST tanggal 23 Juli 2018.

Mustafa juga wajib bayar denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Mustafa juga dikenai pidana tambahan dengan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 17.140.997.000.

Uang pengganti itu wajib dibayar dalam satu bulan ke depan. Jika tidak, maka harta bendanya disita untuk dilelang.

Jika hartanya belum mencukupi uang pengganti, maka diganti pidana penjara dua tahun.

Hak politik Mustafa juga dicabut selama dua tahun, setelah selesai menjalankan hukuman penjara.

Diketahui, ada tiga kasus yang menjerat Mustafa. Sejumlah pihak ditetapkan sebagai tersangka dan beberapa di antaranya sudah mendapat vonis.

Kasus pertama, KPK menetapkan Mustafa sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi Rp 95 miliar.

Duit itu diduga terkait dengan proyek di Dinas Bina Marga Lampung Tengah. Ada dugaan fee 10-20 persen yang diberikan kepada Mustafa.

Kasus kedua, KPK menetapkan dua pengusaha, yaitu pemilik PT Sorento Nusantara, Budi Winarto, dan pemilik PT Purna Arena Yudha, Simon Susilo, sebagai tersangka.

KPK menduga keduanya memberi duit total Rp 12,5 miliar kepada Mustafa. Diduga duit itu adalah bagian dari Rp 95 miliar yang diterima Mustafa.

Kemudian kasus ketiga, KPK menetapkan eks anggota DPRD Lampung Tengah, yakni Achmad Junaidi, Bunyana, Raden Zugiri, dan Zainudin, sebagai tersangka.

Mereka diduga menerima suap terkait persetujuan pinjaman daerah dan pengesahan APBD dan APBD-P. Keempatnya divonis 4 tahun penjara. (*)

Foto: Mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa (baju hitam). (Istimewa)

BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Terkini