Sabtu, Juni 10, 2023
BerandaBandar LampungBandel, Bakso Sony Belum Lunasi Pajak Miliaran Rupiah, Pemkot Bandar Lampung Akan...

Bandel, Bakso Sony Belum Lunasi Pajak Miliaran Rupiah, Pemkot Bandar Lampung Akan Segel Seluruh Gerai

Lampongonline.com, Bandar Lampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan menyegel seluruh gerai Bakso Son Haji Sony atau Bakso Sony yang masih beroperasi di kota tersebut hingga Minggu (1/8/2021).

Pengelola bakso terkenal di Lampung tersebut dinilai tidak kooperatif dalam memenuhi kewajiban memasang tapping box (perekam transaksi) dan melunasi tunggakan pajak.

Kepala Tim Pengendali Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandar Lampung, Muhammad Umar, mengungkapkan, penyegelan enam gerai Bakso Sony beberapa waktu lalu akan dilanjutkan dengan penyegelan 12 gerai lainnya yang masih beroperasi.

Diketahui, Bakso Sony memiliki 18 gerai. Dengan akan ditutupnya 12 gerai lagi, berarti seluruh gerainya di Bandar Lampung tidak akan beroperasi.

“Bakso Sony masih tidak kooperatif untuk menandatangai pakta integritas terkait penggunaan tapping box,” kata M Umar, dilansir Republika, Senin (2/8/2021).

Sebelumnya, Pemkot Bandar Lampung telah menyegel enam gerai Bakso Sony.

Sejak penyegelan tersebut, pengelola gerai Bakso Sony belum menampakkan adanya itikad baik, untuk menandatangani pakta integritas yang menjadi program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Enam gerai Bakso Sony yang sudah disegel Tim Pengendali Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandar Lampung itu, hingga kini tidak lagi buka atau beroperasi.

Keenam gerai tersebut yakni pusat Bakso Sony yang berada di Jl Wolter Monginsidi, lalu lima cabang lainnya yang berlokasi di Jl Antasari, Jl Sultan Agung, Jl Zainal Abidin Pagaralam, Jl Ratu Dibalau, dan Jl Endro Suratmin.

Saat ini, bakso terkenal di Provinsi Lampung tersebut memiliki 18 gerai.

Satu di antaranya merupakan gerai utama yangberada di Jl Wolter Monginsidi.

Enam gerai sudah disegel tim TP4D, dan masih tersisa 12 gerai lagi yang masih beroperasi tanpa TB sesuai Peraturan Daerah (Perda).

Menurut Umar, Pemkot Bandar Lampung tidak menghalangi pelaku usaha menginvestasikan usahanya di kota tersebut.

“Namun pelaksanaannya harus memenuhi hak dan kewajiban dalam berusaha, sesuai dengan perda yang ada,” kata dia.

Bakso Sony disegel karena belum melunasi kewajiban membayar pajak mencapai miliaran rupiah (Rp 250 juta per bulan) sejak perda berlaku pada 2011.

Sedangkan pengelola bakso tersebut telah mengumumkan akan hengkang dari Kota Bandar Lampung. Namun hingga kini masih beroperasi.

Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah menyatakan, selaku wajib pajak, pengelola Bakso Sony tetap terutang pajak dan tidak dapat menghilangkan kewajibannya, meskipun ada rencana bakso tersebut akan pindah usaha di luar Kota Bandar Lampung.

Ia mengatakan, pengelola bakso Sony wajib membayar utang pajaknya kepada Pemkot Bandar Lampung.

Selagi belum memenuhi kewajibannya, segel terhadap usaha bakso Sony tetap terpasang.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Bandar Lampung, pemkot mengalami kerugian karena Bakso Sony tidak membayar pajak retribusi 10 persen sebesar Rp 250 juta per bulan, sejak diberlakukan Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah sebesar 10 persen.

Kisaran pajak yang harus disetorkan kepada pemkot sebesar Rp 400 juta per bulan.

Namun selama ini baru dibayarkan Rp 150 juta per bulan, sehingga masih tersisa sekira Rp 250 juta per bulan yang tertunggak pajaknya sejak tahun 2011. (*)

Foto: Gerai utama Bakso Sony (Istimewa)

BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Terkini