Sabtu, Januari 28, 2023
BerandaNasionalRizal Ramli Sarankan Indonesia Lockdown: 2020 Habis Rp 1.035 T, Hasil Nol

Rizal Ramli Sarankan Indonesia Lockdown: 2020 Habis Rp 1.035 T, Hasil Nol

Lampongonline.com, Jakarta – Ekonom senior, Rizal Ramli, kembali menyarankan pemerintah untuk mengambil opsi lockdown dalam menangani pandemi Covid-19.

Rizal Ramli mengatakan lockdown adalah satu-satunya solusi yang efektif untuk mempercepat pemutusan rantai Covid-19.

Rizal Ramli pun mengingatkan jika nantinya opsi lockdown diambil, maka pemerintah harus memberikan makanan kepada rakyat tidak mampu.

Pendapat tersebut disampaikan Rizal Ramli melalui akun Twitter pribadinya @RamliRizal.

Solusi untuk mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19 secara efektif iyalah lockdown, pun kalau ada varian baru muncul lagi yah lockdown lagi. Gitu aja kok repot. Tapi jangan pelit sama rakyat, kasih makan yang ndak mampu,” ujarnya, dilansir depok.pikiran-rakyat.com, Selasa (27/7/2021).

Rizal Ramli juga mengatakan bahwa seluruh negara menerapkan lockdown on-off dan vaksinasi, karena dinilai lebih cepat mengendalikan Covid-19 dan perekonomian.

Seluruh dunia pake lockdown on-off dan vaksinasi. Lebih cepat mengendalikan Covid-19. Ekonomi bisa pulih lebih cepat!” ujarnya.

Menurutnya, cara-cara lain seperti mengganti istilah pembatasan adalah sesuatu yang bertele-tele dan tidak membuahkan hasil.

Cara2 lain yg bertele-tele, hanya gonta-ganti istilah, hanya akan membuat biaya sosial, finansial dan ekonomis berkali2 lebih mahal! 2020: habis 1035T, hasil nol,” tuturnya.

Kemudian Rizal Ramli pun membuat perhitungan pengeluaran pemerintah apabila menerapkan lockdown yang sebetulnya tidak begitu mahal. Lantas dia melontarkan sindiran.

Nolong rakyat susah kok kerugian? Untuk lockdown sebulan, kasih makan 70 juta keluarga Rp1,5 juta cuman Rp105T. Klo lockdown 3 bulan, hanya 315T + obat 100T. Total hanya 415T. Dasar pelit sama rakyat! Klo oligarki, langsung kasih berbagai keringanan dan kemudahan. Payah!” ujarnya.

Rizal Ramli mengatakan ketika bertanya kepada rakyat dan pedagang kecil soal mau atau tidaknya mereka berdiam di rumah, serta diberikan makanan dan obat, jawaban mereka sangat mau.

Secara random tanya sama rakyat dan pedagang kecil, ‘Mau ndak diam di rumah saja sebulan, diberi makanan dan obat klo lock-down?’. Jawabnya, ‘Mau banget bang, kapan lagi kita bisa kelonan sama bini, main sama anak2!’.  As simple as that, cuman ono ndak mau, pelit sama rakyat,” katanya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Kebijakan perpanjangan PPKM Level 4 ini diambil setelah Jokowi beserta jajarannya mempertimbangkan sejumlah hal, baik aspek kesehatan, aspek ekonomi, hingga dinamika sosial.

Menurutnya, saat ini sudah terjadi tren perbaikan dalam pengendalian pandemi Covid-19.

Laju penambahan kasus, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, dan positivity rate mulai menunjukkan tren penurunan seperti yang terjadi di beberapa provinsi di Jawa. (*)

Foto: Ekonom senior, Rizal Ramli. /Twitter @RamliRizal

BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Terkini