Jumat, Januari 27, 2023
BerandaBandar LampungDokter di Bandar Lampung: Hasil Riset, Plasma Konvalesen Tidak Ada Manfaatnya, Bacalah

Dokter di Bandar Lampung: Hasil Riset, Plasma Konvalesen Tidak Ada Manfaatnya, Bacalah

Lampongonline.com, Bandar Lampung – Donor plasma konvalesen menjadi upaya alternatif bagi dunia medis, untuk memberikan darah pendonor yang pernah terpapar virus.

Fungsinya agar pasien yang masih terjangkit virus bisa mendapat antibodi dari penyintas.

Terapi tersebut hingga hari ini masih terus digunakan secara gencar. Bahkan pihak keluarga kewalahan mencari pendonor plasma konvalesen.

Namun, khasiat dari donor plasma konvalesen ternyata masih diragukan. Sejumlah ahli mengatakan itu tidak ada manfaatnya.

Menurut Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung, dr Aditya M Biomed, masyarakat terlalu berharap lebih dengan  donor plasma konvalesen.

Padahal terapi tersebut sama dengan obat lainnya yang belum pasti menyembuhkan.

“Itu memang sudah dianjurkan Kemenkes dan WHO. Tapi masih kontroversi, karena semuanya masih on going riset,” ujar Aditya, dilansir IDNTimes, Rabu (21/7/2021).

Dia mengatakan sangat banyak keluarga pasien yang membutuhkan donor plasma konvalesen tersebut.

Bahkan pihak keluarga sudah langsung meminta donor plasma, padahal dokter belum merekomendasikannya.

“Yang menentukan itu dokter yang merawat. Kadang saya kaget, dokter yang merawat belum minta plasma konvalesen, tapi keluarga sudah minta. Tidak benar itu,” kata Aditya, yang juga ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandar Lampung itu.

Sejak awal 2021, dia mengatakan baru menyalurkan 85 kantong plasma konvalesen di rumah sakit Lampung. Padahal permintaan cukup banyak.

Namun beberapa pendonor tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan. Hingga saat ini pihak PMI Lampung juga tidak memiliki stok plasma konvalesen.

“Beberapa kali saya ditelepon supaya donor plasma konvalesen dilakukan di rumah, karena RS penuh. Itu tidak boleh. Saya tidak mau. Itu melawan hukum. Harus pengawasan dokter dan dokternya yang minta,” tegas Aditya.

Terkait tingkat keberhasilan plasma konvalsen, dia mengaku belum mengetahui, sebab itu bagian spesialis penyakit dalam.

Harus dihentikan

Sementara dokter THT-KL sekaligus relawan COVID-19, dr.Muslim Kasim mengatakan pemberian plasma konvalesen pada pasien COVID-19 harus dihentikan karena tidak efektif mengobati COVID-19.

Melalui akun instagramnya @dr.kasimmuslim, dokter yang bertugas di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung itu, membagikan hasil riset bukti ilmiah terakhir yang merupakan meta analisis.

Yaitu suatu kumpulan penelitian-penelitian melihat efektivitas suatu terapi yang telah dipublikasi JAMA, The Journal of American Medical Association.

Dalam jurnal tersebut menyebutkan telah dilakukan empat uji klinis acak dari 1.060 pasien dengan COVID-19 yang diobati dengan plasma konvalesen.

Rasio risiko kematian adalah 0,93 persen dan setelah penambahan 6 uji klinis acak yang tidak dipublikasikan dari 10722 pasien, rasio risiko untuk kematian adalah 1,02 persen.

“Tidak ada temuan yang signifikan secara statistik. Tidak ada hubungan signifikan dengan manfaat yang ditunjukkan untuk lama rawat inap, penggunaan ventilasi mekanis, perbaikan klinis, atau perburukan klinis,” kata Muslim.

Menurutnya, uji coba platform Randomized Evaluation of COVID-19 Therapy (RECOVERY) sejauh ini merupakan uji klinis terbesar pada pengobatan COVID-19, dan telah memberikan bukti penting untuk beberapa pengobatan.

“Sehingga hasil yang dilaporkan berdasarkan data dari 10406 ​​pasien menunjukkan tidak ada manfaat dari plasma konvalesen untuk mengurangi sakit berat atau kematian akibat COVID-19,” pungkasnya. (*)

Foto: Ilustrasi/Istimewa

BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Terkini