Senin, Januari 30, 2023
BerandaBandar LampungMasih Banyak Toko Nonesensial Buka, Penerapan PPKM Darurat di Bandar Lampung Belum...

Masih Banyak Toko Nonesensial Buka, Penerapan PPKM Darurat di Bandar Lampung Belum Merata

Lampongonline.com, Bandar Lampung – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di wilayah Kota Bandar Lampung masih belum merata pada hari kedua, Selasa (13/7/2021).

Masih banyak terlihat toko nonesensial buka, dan arus lalu lintas kendaraan masih tampak normal seperti biasa.

Berdasarkan pemantauan, penyekatan ruas jalan dalam kota beberapa titik diterapkan sejak pagi sampai siang.

Namun setelah petugas tiada,  kendaraan di wilayah penyekatan kembali melintas. Kebanyakan kendaraan mobil pribadi dan umum.

Sedangkan toko-toko di jalan-jalan protokol masih buka seperti biasa, tapi mal-mal dan restoran tutup total.

Penyekatan yang berlangsung selama 24 jam terpantau hanya di Bundaran Tugu Raden Intan II, Rajabasa, persisnya di bawah gapura Selamat Datang di Kota Bandar Lampung.

Petugas posko penyekatan memasang tenda dan menyiapkan sejumlah petugas. Mereka melakukan pengawasan terhadap kendaraan berpelat nomor dari luar Lampung.

Sedangkan penyekatan di posko pintu keluar Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) persisnya di Polsek Wayhuwi, masih terpantau sepi pada siang hari.

Kendaraan yang keluar dari gerbang tol menuju dalam Kota Bandar Lampung masih lengang, sehingga aktivitas petugas jaga juga santai.

“Kalau kendaraan luar Lampung yang keluar pintu tol Kotabaru masuk kota masih sedikit, jadi penjagaan normal-normal saja,” ujar Rudi, petugas jaga posko penyekatan.

Sementara masyarakat mengeluhkan toko-toko tutup lantaran ada penyekatan di area Pasar Tengah, Tanjung Karang.

Menurut Rusli, penutupan toko-toko di Pasar Tengah sebagai pusat grosir, dapat menghambat ekonomi warga.

“Pasar Tengah itu sebagai pusat grosir, kalau tutup total jelas berpengaruh dengan ekonomi, paling tidak distribusi barang terganggu, harga jadi naik,” kata pedagang eceran di Bandar Lampung itu, dilansir Republika.

Namun, aktivitas masyarakat di Pasar Bambu Kuning, Pasar SMEP, Pasar Kangkung, Pasar Cimeng,dan Pasar Way Halim masih berlangsung normal.

Pedagang toko dan pedagang kaki lima masih buka, seperti layaknya hari-hari normal sebelum pemberlakuan PPKM darurat.

Pedagang kaki lima masih menggelar dagangan di pasar-pasar tradisional.

Selain tidak mengetahui adanya larang berdagang pada masa PPKM darurat, juga semata-mata untuk mencari rezeki kebutuhan sehari-hari keluarga.

“Dagang saja masih kurang, apalagi tidak dagang sama sekali,” ujar Dewi, pedagang di Pasar Way Halim.

Diketahui, pemberlakuan PPKM darurat di Kota Bandar Lampung mulai Senin hingga Selasa (7-20/7/2021).

PPKM darurat di ibukota Provinsi Lampung tersebut diterapkan karena Kota Bandar Lampung berstatus zona merah pada masa pandemi Covid-19 ini. (*)

Foto: Istimewa

BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Terkini