Selasa, Januari 31, 2023
BerandaHukumBuron 10 Tahun, Koruptor APBD Lampung Timur Rp 119 M Satono Sengaja...

Buron 10 Tahun, Koruptor APBD Lampung Timur Rp 119 M Satono Sengaja Disembunyikan? Ini Reaksi Kajari Balam

Lampongonline com, Bandar Lampung – Buronan kasus korupsi APBD Lampung Timur Rp 119 miliar, Satono, meninggal di Jakarta, Senin (12/7/2021).

Meninggalnya Satono yang juga mantan Bupati Lampung Timur ini menyisakan tanda tanya.

Setelah menjadi buronan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung (Balam), tiba-tiba saja datang kabar mengenai meninggalnya Satono.

Jenazah Satono dimakamkan di kampung halamannya, Pekalongan, Lampung Timur.

Tidak tertangkapnya Satono selama buron 10 tahun, menimbulkan dugaan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menyembunyikannya dalam pelarian.

Menanggapi dugaan ini, Kepala Kejari Bandar Lampung Abdullah Noer Deny belum mau berkomentar banyak.

Namun Deny menyatakan adanya kebocoran operasi penangkapan Satono.

Deny mengatakan, sejak ia menjadi Kepala Kejari Bandar Lampung, sudah tiga kali pihaknya mengendus keberadaan Satono.

Namun saat akan ditangkap, Satono sudah tidak berada di tempat.

“Sejak saya menjabat sebagai Kajari pada Agustus lalu, yang bersangkutan menjadi target, dan sampai pada akhirnya ada kabar meningal dunia. Berbagai upaya pemetaan keberadaan yang bersangkutan, namun ketika akan dilakukan penangkapan di tiga lokasi, selalu ada kebocoran-kebocoran, ” ujar Deny, Selasa (13/7/2021).

Namun Deny tidak mau berspekulasi, apakah kebocoran operasi penangkapan Satono melibatkan oknum jaksa.

Menurutnya, sejauh ini petugasnya belum mendapat informasi mengenai adanya keterlibatan petugasnya menyembunyikan terpidana Satono.

“Silakan dilaporkan jika memang ada yang mengetahui, bahwa yang bersangkutan disembunyikan, dengan bukti-bukti. Apakah oknum dan pihak lain, akan ditindaklanjuti,” kata Deny, dilansir Suaralampung.

Mengenai kelanjutan kasus hukum Satono, Deny mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan proses hukumnya.

Menurut Deny, Kejari Bandar Lampung akan tetap mengeksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap Satono.

Namun karena Satono sudah meninggal dunia, pidana badan atau penjara tidak bisa dilakukan. Tapi untuk pidana lain, seperti pidana denda dan uang pengganti, akan tetap dieksekusi.

“Ini (Satono) sudah terpidana, maka dalam hukum pidana ada beberapa hal, di antaranya pidana badan, denda, uang pengganti, barang bukti dan kerugian negara. Terhadap pidana badan, tidak bisa dilaksanakan, karena yang bersangkutan telah meninggal dunia, ” urai Deny.

Sementara mengenai hasil penelusuran, Kejari Bandar Lampung memastikan kebenaran kabar meninggalnya Satono.

“Keterangan dari tiga anggota, keterangan dari kelurahan dan surat kematian, benar berita itu (Mantan Bupati Lampung Timur, Satono) meninggal dunia, benar adanya” kata Deny.

Satono adalah terpidana kasus korupsi APBD Lampung Timur tahun anggaran 2008.

Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta terhadap Satono di tahun 2012.

MA juga menjatuhkan pidana tambahan uang pidana pengganti sebesar Rp10,58 miliar terhadap Satono.

Kejaksaan Negeri Bandar Lampung telah melayangkan dua kali surat panggilan eksekusi kepada Satono.

Tapi terpidana korupsi APBD Lampung Timur tidak menggubrisnya.

Kejari Bandar Lampung lalu melakukan pemanggilan terakhir pada 9 April 2012, namun Satono sudah tidak diketahui keberadaannya.

Oleh karenanya, Kejari Bandar Lampung memasukan Satono ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan No.01/DPO/N.8.10/04/2012 tanggal 9 April 2012. (*)

Foto: Kepala Kejari Bandar Lampung Abdullah Noer Deny (Istimewa)

BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Terkini